Mungkin buat yang duitnya sedikit, judul di atas tidak menarik sama sekali. Begitu juga yang punya duit banyak tapi tidak ada yang perlu dirahasiakan baik asal usul maupun jumlahnya, membaca artikel ini tak ada gunanya. Tapi buat yang perlu menyembunyikan kekayaannya (hasil korupsi atau tidak) baik dari pemerintah maupun dari istri/suami atau simpanan, ada baiknya mulai mengikuti tulisan bersambung ini. Atau kalau kamu mulai bosan dengan pekerjaan yang kamu lakukan sekarang dan ingin meniti karir baru.......
"Mau gue umpetin, mau gue abisin, mau gue lariin.... suka-suka gue. Ini duit gue! Apa urusan negara?"
Kalau itu yang ada di benak kamu, besar kemungkinan setelah menyimak artikel ini kamu akan menemukan jalan terang menuju sukses sebagai warga dunia offshore!
Kita mulai dengan.....
1. PENDAHULUAN
Sejak 11 September tahunnya lupa, dunia offshore dipandang dengan cara yang berbeda dengan sebelumnya: dunia 'perdagangan senjata' alias dunia teroris. Tetapi mempunyai rekening di bank luar negeri, atau membangun perusahaan di negara lain, atau merahasiakan sesuatu dari negara tidaklah menjadikan kamu teroris. Itu adalah hak asasi setiap manusia. Kamu pikir kemana politikus dan koruptor menyimpan uangnya? Toh, mereka juga manusia....
Begitu juga sebaliknya kalau ada 'investor' yang ingin menanamkan modal di negeri kita. Apakah kita harus memilah uangnya wangi mengharum atau lusuh bau amis karena hasil dari jualan daging? Dollar, men..... dollar!
Setelah membaca ini mungkin ada yang berminat untuk menjadi 'Offshore Consultant'. Sebelum memutuskan berganti karir, harus diingat bahwa dunia offshore adalah bisnis kepercayaan. Anda tidak bisa meminta upah USD 1,500 untuk membuka rekening dollar di bank lokal yang hanya butuh USD 100 - USD 500. So, cheaper, lah. Yang penting langganan nggak lari!
Bank luar saja untuk membuka visa account hanya butuh USD 1,000. Jadi, janganlah serakah dan tetap menjaga kepercayaan walaupun kamu bergerak di dunia remang-remang. Meskipun kamu tetap bisa tertipu (mudah-mudahan anda sudah familiar dengan 'Nigerian Fraud').
Karena sudah mulai panas, kita akan lanjutkan dengan bagian dua...... besok!
(bersambung)